Skip to main content

WAKUWAKU JAPAN Monitoring Project : Casual Travelling Hokkaido


Hi All...^^ 
Postingan kali ini agak beda yah dengan biasanya. Kali ini aku bermaksud buat melebarkan sayap ruang lingkup bahasan blog aku. Naah kebetulan aku bisa ikutan nih di Monitoring Project untuk Channel WAKUWAKU JAPAN. Jadi ya aku pikir sekarang nih waktu yang pas buat melebarkan sayap *istilah kerennya*

Nah, kebetulan aku milih topik culture nih. Soalnya, buat aku bahasan tentang culture di Jepang itu banyaaak banget loh. Mulai dari daerah wisata sampe dengan kuliner. Dijamin bikin ngiler dan makin penasaran deh sama Jepang.

Kali ini, aku coba review tentang acara Casual Travelling Hokkaido yah. Acara ini diputar setiap hari Kamis jam 21.00 - 21.30. Yang bawain acara artis loh..namanya Yamauchi Keisuke. Imut dan ganteng *aiih...*

Sumber : Asian Wiki

Dalam episode tanggal 3 April 2014 kemarin, Yamauchi San mengunjungi Asahikawa yang terletak d Provinsi Hokkaido. Ada banyak obyek wisata yang menarik di Asahikawa, dan salah satunya yang dikunjungi adalah Cagar Alam Asahiyama. Karena saat ini adalah musim semi, sebenernya Cagar Alam Asahiyama tutup, dan harus punya ijin khusus untuk bisa mengunjungi Cagar Alam tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yamauchi beruntung banget loh bisa menyaksikan bayi anjing laut bernama Komachi yang baru berumur 2 minggu melakukan acara berenang pertamanya. Selain itu ada juga Rusa Hutan Yezo yang hobinya memanjat karang karang. Dengan koleksi satwa yang bermacam macam, Cagar Alam ini juga dikenal sebagai "Japan Northenmost Zoo" karena lokasinya yang memang terletak di ujung paling utara Hokkaido dan merupakan cagar alam yang sangat ramai.


sumber www.mapfan.com

Nah, selain itu Yamauchi San juga melakukan wisata kuliner loh. Di Pusat Kota terdapat Kuil Benten yang sering digunakan untuk mlangsungkan adat pernikahan. Lokasinya persis di depan Ginza Shopping Street. Kuil ini juga dinamakan "Kuil Kembali" yang dipercaya orang orang kalau kita lewat, maka kita bisa kembali lagi kesitu. Diingat ingat ya buat lewatin jembatannya kalo pas ke Asahikawa, jadi besok besok pasti bisa balik lagi kesitu...*ngarep boleh dong yaaa..hahahaha*

Yang terkenal dari Asahikawa juga adalah Kue Daifuku, yaitu sejenis kue mochi yang dibuat dari tepung ketan dan kacang yang manis, dan didalamnya diisi stroberi segar. Jadi rasanya manis manis seger gitu deh..

Daifuku Strawberry (sumber www.aswoonfulofsugar.com)
Nah, ada lagi nih hidangan cemilan yang namanya Chidori Age, yang dibuat dari ayam yang digoreng kering dengan tepung tempura dan telur, trus dimakan panas panas dicocol garam yang dicampur biji wijen. Kalau lihat dari penampakannya sih, ini kayanya enaak banget kayak tempura udang gitu...sayangnya googling di mbah google ga nemu penampakan fotonya, jadi ya maaf yah sodara sodara..hehehhe..

Dari wisata kuliner, Yamauchi juga mengunjungi Taman Alam Otokoyama di Asahikawa, yang hanya buka selama 2 pekan saja. Kenapa? karena tontonan spesial dalam taman ini adalah bunga lembayung Katakuri yang hanya mekar tiap dua minggu. Bunga Katakuri ini akan menguncup ketika suhu udara dngin, dan akan kembali mekar ketika suhu udara menghangat. 

Sumber dari Ohtazawako.blogspot.com
Satuu lagiiii....^^
Tidak lupa ya Yamauchi juga mampir ke sebuah restoran yang menjual mie buatan rumah, yaitu Komugi dengan hidangan khasnya Houtou. Bentuk mie nya seperti mie lebar dengan campuran sayuran dan daging. 

sumber dari wikipedia
kalau lihat dari penampakannya, kayaknya bikin "mouthwatering" banget yaa...*ngecees*

Dari semua yang didatangi oleh Yamauchi, sepertinya kebanyakan acara makan dan nyemilnya yah..hahahaha..memang kuliner jepang termasuk salah satu warisan budaya yang masih dipertahankan sampa isaat ini, dan terutama sekali disini yang khas adalah proses pemasakan dan bumbu bumbu asli Jepang yang digunakan. Dalam hati, sebenernya udah kepengen banget lho nyobain ramen asli jepang di jepangnya, karena konon rasanya selangiit...didoain yaa supaya suatu hari bisa kesana.. :D

Oke guys, sekian dulu ya postingan kali ini. See you next post!


berpartisipasi dalam WAKUWAKU JAPAN

Comments

Popular posts from this blog

Review Focallure 18 Eyeshadow Palette Bright Lux

Kayaknya blog ini udah gw tinggalin selama berbulan bulan yah, sampe jamuran. Ntah kenapa rasanya males bener nulis..padahal bahan bahan ya ada aja. Nah, biar blog gw ga "sawangan" sekarang gw mau nyoba nulis nih. Kalo bahasa atau isinya kurang jos, mohon maaf dulu yak :D.


Brand Focallure ini pertama kali sepengetahuan gw sih direview oleh Rachel Goddard dalam postingan Youtube "Nyobain Makeup China Focallure 50 Ribuan". Setelah itu, bermunculan review review lain seputar produk produk Focallure.
Yep, Focallure merupakan brand dari China, negara yang konon banyak memproduksi makeup KW alias fake, mulai dari eyeshadow, foundie, bedak dst. Bahkan, para Beauty Enthusiast pun pasti tau kalo Palet 18 Warna Bright Lux  ini merupakan "sodara kembar" Huda Beauty Rose Gold Textured Shadow Palette. Huda Beauty Rose Gold dibandrol harga $65 atau sekitar sejutaan pas udah nyampe Indonesia - sedang si Focallure ini gw dapet  di Shope dengan harga 54rb + ongkir sekitar 4…

Cara Mencerahkan Kulit Dengan Kojie-San

Rasanya demam K-Pop dan kecantikan ala Korea di negara kita beberapa tahun terakhir ini membawa ke satu trend baru di dunia kecantikan, yaitu kulit yang putih, seputih para artis artis Kpop di Korea. Biasanya saking ngefans-nya dengan satu orang idola, maka direlain deh buat bisa semirip mungkin dengan Sang Idol, baik baju, model rambut, cara dandan dan make up.

Nah, kalau cuma sampai situ aja sih masih oke lah ya..namanya juga nge-fans. Yang jadi masalah adalah, saking pengennya bisa putih bersinar sinar bak sang Kpop Idol, terus segala cara ditempuh.

DIY Ring Light Supaya Foto Cetar

Siapa yang suka bikin EOTD (eye of the day)? atau LOTD (lip of the day)? atau MOTD (make up of the day)? *mengacungkan jari*. Trus, biasanya kalau sudah buat, terus dishare di facebook atau instagram..iya gaa? :D
Ga dipungkiri ya, sekarang itu adalah era "share-nisasi" dimana apa yang kita buat terus kita share di socmed yang kita punya. Ga mau bohong sih, pastinya tujuan utama buat nunjukin kalau kita udah bikin karya yang bagus dan sukur sukur dapet pujian (#akusihgituorangnya).
Nah, kalau memangbegitu adanya, wajib dong bikin foto yang maksimal. Karyanya udah bagus kalau ga didukung pencahayaan yang bagus, orang lain juga jadi ga notice. So, lets make our creation become noticeable with DIY ringlight!